Oleh Fitri Nurhayati dan Siti Widiani – Diklat XXII
Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak di dunia berdasarkan populasinya. Berdasarkan data demografis, memang faktanya bahwa penduduk muslim Indonesia saat ini mayoritas, mencapai 229,62 juta jiwa atau sekitar 87,2% dari total populasi Indonesia yang berjumlah 269,6 juta jiwa. Kalau digambarkan ke populasi muslim dunia yang diperkirakan mencapai 2,2 milyar pada tahun 2030 (23% populasi dunia), penduduk muslim Indonesia itu menyumbang sekitar 13,1% dari seluruh umat muslim di dunia.
Sebagai negara dengan populasi umat muslim terbanyak di dunia, Indonesia pastinya tidak terlepas dari perayaan hari-hari besar keagamaan umat islam, salah satu contohnya adalah perayaan Hari Raya Idul Adha yang diperingati pada setiap tanggal 10 Dzulhijah dalam kalender Hijriah. Pada tahun 2024 Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 17 Juni 2024. Perayaan ini memperingati kisah pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail a.a., yang kemudian digantikan dengan seekor domba sebagai bukti keagungan Allah SWT. Hari Raya Idul Adha ini juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban.
Berbicara mengenai kurban, ada beberapa jenis hewan yang masuk kedalam kategori hewan kurban, contohnya adalah sapi, kerbau, domba, kambing dan juga onta (Biasanya umat muslim bagian negara timur). Mengenal jenis hewan-hewan kurban pastinya sebelum menjadi salah satu hewan yang akan dikurbankan para peternak tentunya akan melakukan suatu proses pemeliharaan hewan sesuai dengan ketentuan SOP hewan kurban yang baik itu seperti apa. Pemeliharaan hewan kurban ini sangat penting sekali karena nantinya hewan yang dikurbankan akan diberikan kepada masyarakat untuk dikonsumsi jadi sebagai peternak kita harus memberikan yang terbaik dan sesuai aturan sah dalam islam, karena jika hewan yang dikurbankan tidak layak dan mengandung penyakit akan sangat berbahaya untuk masyarakat yang mengkonsumsinya. Bukannya senang merayakan Hari Raya Idul Adha nantinya malah menjadi sebuah petaka. Hewan kurban hendaknya menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), untuk itu proses pemeliharaan kurban ini sangat penting agar menghasilkan ternak yang berkualitas.
Proses pemeliharan kurban tentunya tidak bisa dilakukan secara asal, namun harus melalui prosedur dan ketentuan yang telah dianjurkan sesuai dengan jenis hewan apa yang akan dilakukan pemeliharaan, serta sesuai dengan syariat Islam. Proses yang sering dilakukan dalam proses pemeliharaan kurban adalah yang utama pastinya para peternak menyediakan kandang yang bersih, kering, dan nyaman. Kandang harus cukup luas untuk memberi ruang gerak bagi hewan ternak dan ventilasi yang baik untuk udara di lingkungan sekitar kandang. Para peternak tidak lupa untuk membersihkan kandang secara rutin dengan membuang kotoran dan sisa makanan setiap hari, dan tidak lupa bersihkan kandang dengan disinfektan secara berkala, pastikan kandang memiliki alas yang kering dan tidak menyebabkan hewan ternak terluka dan terkena penyakit.
Selanjutnya dalam proses pemeliharaan kurban pastikan para peternak memberikan pakan yang berkualitas dan bergizi. Pakan yang ideal untuk hewan kurban adalah rumput segar, konsentrat, dan tidak lupa pemberian air minum yang bersih dan segar. Pastikan hewan ternak selalu memiliki akses ke air minum yang bersih. Air minum harus diganti setiap hari dan wadahnya dibersihkan secara rutin. Hindari pemberian makan hewan dengan makanan yang berjamur, busuk, atau mengandung bahan kimia berbahaya.
Proses selanjutnya dalam pemeliharaan ternak adalah para peternak tidak lupa selalu memantau kesehatan hewan ternak secara rutin. Jangan lupa untuk selalu memantau ternak peliharaan jika merasa ada tanda-tanda penyakit pada hewan ternak tersebut dan segera hubungi dokter hewan jika ada yang terlihat tidak normal. Selanjutnya para peternak harus selalu memberikan vaksinasi terhadap hewan peliharaan kurban sesuai dengan jadwalnya. Pemberian vaksinasi dapat membantu dalam mencegah hewan dari penyakit menular. Pemberian obat cacing secara berkala dapat membantu mencegah hewan dari parasit usus.
Dalam pemeliharaan hewan kurban juga terdapat beberapa aspek perawatan lainnya yang sangat penting untuk diperhatikan. Memandikan hewan kurban secara rutin merupakan salah satu perawatan yang perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan hewan dan menghindari penyakit kulit. Selanjutnya perawatan kuku hewan ternak kurban secara berkala juga menjadi suatu hal yang penting dilakukan tujuannya agar kuku yang panjang tidak melukai hewan dan orang di sekitarnya. Dan yang terakhir adalah selalu memastikan bahwa hewan ternak kurban dalam keadaan tenang dan tidak stres, karena pengaruh dari hewan yang stress dapat menghasilkan daging yang tidak berkualitas baik.
Setelah mengetahui proses pemeliharaan hewan kurban diharapkan untuk para pembaca agar bisa mempraktekkan tips dan trik dalam pemeliharaan hewan kurban di kehidupan sehari-hari, proses yang dilakukan untuk pemeliharaan hewan kurban, juga bisa dilakukan dalam kegiatan peternak sehari-hari dalam pemeliharaan hewan ternak, jadi tidak hanya untuk pemeliharaan menjelang Hari Raya Idul Adha saja, namun ketika akan mendekati Hari Raya Idul Adha memang proses pemeliharaan hewan kurban sangat penting harus dilakukan karena daging kurban nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat jadi diperlukan tata cara pemeliharaan yang intensif untuk kesehatan tubuh ternak agar dapat menghasilkan daging yang berkualitas baik untuk dikonsumsi.
References
Anwar, S. (2020). MAKNA QUR’BAN. MAKNA QUR’BAN.
Beddu, M. J. (2022). Nilai-Nilai Qurban Dalam Perspektif Ibadah, Ekonomi Dan Sosial. Addayyan, 17(2), 36-45.
Mastuki, H.S. (2020, 11 Juni). Menjadi Muslim, Menjadi Indonesia (Kilas Balik Indonesia Menjadi Bangsa Muslim Terbesar). Kementrian Agama Republik Indonesia.
Nugroho, T. A. E., Sayuti, M., & Mohamad, N. (2022). Antemortem dan postmortem hewan kurban. Gorontalo Journal of Equatorial Animals, 1(2).
Putri, N. K. (2024, 11 Juni). Simak, Tips Merawat Hewan Kurban Sebelum Disembelih. Liputan 6.
Rahayu, S., Mendrofa, V. A., & Priyanto, S. (2022). Identifikasi Karakteristik Hewan Kurban Di Masjid Kompleks Perumahan Wilayah Kota Bogor. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 10(1), 21-27.
Simanjuntak, D. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kurangnya Kesadaran Masyarakat Dalam Berkurban. Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan, 5(2), 258-270.
Universitas Islam Indonesia. (2022, 27 Juni). Memperlakukan Hewan Kurban Sesuai Anjuran Islam.