Susu, sebagai salah satu sumber makanan yang penuh gizi, telah memainkan peran integral dalam diet manusia sejak zaman prasejarah. Saat kita berbicara tentang sumber susu yang umum dan dikenal, biasanya yang terlintas dalam pikiran adalah susu sapi. Namun, di balik popularitas susu sapi, ada varietas lain yang telah mulai mendapatkan pengakuan global, yaitu susu kerbau. Di Indonesia, susu kerbau telah menjadi salah satu alternatif yang semakin penting dalam menyediakan gizi berkualitas tinggi bagi masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek susu kerbau yang mencakup data konsumsi, jenis kerbau yang menghasilkan susu, perbandingan kandungan nutrisi susu kerbau dan susu sapi, keunggulan susu kerbau daripada susu sapi, serta sitasi dalam paragraf dan daftar pustaka jurnal Indonesia yang relevan untuk mendukung klaim tentang manfaat susu kerbau.

Dalam data konsumsi susu di Indonesia, data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan gambaran yang menarik. Konsumsi susu per kapita di Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia baru mencapai 16,27 kg per kapita per tahun, atau di bawah rata-rata negara-negara di Asia Tenggara. Sementara itu, pada tahun 2022, kebutuhan susu mencapai 4,4 juta ton, namun produksi susu segar kita baru mencapai 968.980 ton. Meskipun angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat atau Eropa, konsumsi susu di Indonesia terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat tentang manfaat gizi dalam diet sehari-hari. Rata-rata, penduduk Indonesia mengkonsumsi sekitar 20 hingga 25 liter susu per tahun, dan tren ini menunjukkan bahwa susu masih memegang peran penting dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Peningkatan tersebut tidak diiringi dengan kecukupan pasokan susu dari dalam negeri. Sebagian besar kebutuhan susu dalam negeri dipasok dari luar negeri.

Kerbau merupakan ternak lokal yang potensial untuk dimanfaatkan. Kerbau banyak digunakan sebagai ternak kerja, penghasil daging dan susu. Produk susu hampir seluruhnya berasal dari sapi perah, dan hanya sedikit kontribusi yang berasal dari kerbau yaitu hanya terdapat di lokasi tertentu saja yang memiliki budaya konsumsi susu kerbau. Biasanya juga berlangsung hanya pada even tertentu, sedangkan konsumsi susu kambing lebih terbatas lagi hanya pada masyarakat yang mempercayai bahwa susu kambing adalah obat berbagai penyakit terutama yang berhubungan dengan penyakit pernapasan dan lambung. Kebutuhan susu sapi dalam negeri baru terpenuhi 24 persen dari kebutuhan total, sehingga masih sangat bergantung pada impor sebesar 76% (Ditjenak, 2006). Kebutuhan susu sapi dalam negeri akan terus meningkat dari tahun ke tahun akibat adanya kesadaran gizi dan peningkatan pendapatan.

Dalam mencermati sumber susu kerbau, kita perlu memahami jenis kerbau yang menghasilkan susu ini. Kerbau murrah merupakan salah satu ternak perah alternatif penghasil air susu dengan ratarata produksi air susu 3500-4000 lbs (1 lbs = 0,453 kg) setiap laktasi dan dengan hasil seleksi yang baik mampu menghasilkan air susu sebanyak 5000 – 7000 lbs setiap laktasinya (Murti dan Gatot, 1988). Sjamsul dan Talib, (2007) menyatakan bahwa produksi susu kerbau sungai yaitu 4-15 ltr/hari. Selain itu kerbau mudah dipelihara dan beradaptasi dengan lingkungan serta menghasilkan produk yang berkualitas dibanding sapi, terutama sebagai penghasil pangan susu sehat (IDR, 2014).

Secara umum, susu kerbau memiliki lebih banyak lemak, protein, dan kalsium dibandingkan dengan susu sapi. Kandungan lemak dalam susu kerbau bisa mencapai 8% atau lebih, sedangkan susu sapi biasanya mengandung sekitar 3-4% lemak. Ini menunjukkan bahwa susu kerbau adalah sumber lemak yang lebih kaya, yang dapat menjadi pertimbangan penting dalam pembuatan produk susu seperti keju dan mentega. Selain itu, kandungan protein yang lebih tinggi dalam susu kerbau memungkinkan untuk lebih banyak pilihan dalam pengolahan susu, seperti pembuatan yogurt atau produk susu fermentasi lainnya. Tambahan lagi, susu kerbau memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi, yang memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tulang dan gigi.

Namun, perbedaan nutrisi yang paling menonjol adalah dalam asam amino esensial. Susu kerbau memiliki kadar asam amino seperti lisin dan metionin yang lebih tinggi, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Kandungan asam amino yang lebih tinggi ini membuat susu kerbau menjadi pilihan yang menarik bagi orang yang memerlukan sumber protein berkualitas tinggi dalam diet mereka.

Keunggulan susu kerbau daripada susu sapi tidak hanya terbatas pada kandungan nutrisi. Susu kerbau juga menonjol dalam hal profil asam lemaknya. Dalam perbandingan antara asam lemak jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda, susu kerbau menunjukkan perbandingan yang lebih seimbang. Ini dapat mendukung kesehatan jantung dan membantu dalam menjaga kadar kolesterol darah yang sehat. Dalam hal ini, susu kerbau dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang berusaha menjaga kesehatan kardiovaskular mereka.

Seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya gizi dalam makanan dan minuman sehari-hari, susu kerbau muncul sebagai alternatif yang menarik bagi masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Dengan konsumsi susu yang meningkat, pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan antara susu kerbau dan susu sapi, serta manfaat kesehatan yang terkait dengannya, kita dapat terus menggali potensi susu kerbau dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Dalam upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada dan mendukung pertumbuhan ekonomi peternakan, susu kerbau tidak hanya menjadi aset penting dalam industri peternakan, tetapi juga dalam menyediakan pilihan gizi yang lebih beragam dan berkualitas bagi masyarakat.

Referensi :

Murti, W,T dan C. Gatot, 1988. Kerbau Perah dan Kerbau Kerja. Mediya tama Sarana Perkasa, Jakarta.

Sjamsul, B. dan C. Talib. 2007. Strategi Pengembangan Pembibitan Ternak Kerbau. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

BPS. Data Statistik Konsumsi Susu 2022.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »