Daging sapi merupakan salah satu jenis daging yang sering diolah menjadi hidangan istimewa pada momen Idul Adha di Indonesia. Selain rasanya yang lezat, daging sapi juga mengandung nutrisi penting yang baik bagi kesehatan tubuh. Sebagai sumber protein, daging sapi memiliki nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan asam amino esensial yang membantu dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Menurut survei konsumsi pangan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, konsumsi daging sapi di Indonesia masih terbilang rendah yaitu hanya sekitar 3,3 kg per kapita per tahun. Padahal, konsumsi daging sapi yang cukup penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Olahan daging sapi yang kaya nutrisi dapat menjadi pilihan tepat untuk mengisi menu saat perayaan Idul Adha. Dengan memperhatikan cara pengolahannya, nutrisi dalam daging sapi tetap terjaga sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh U.S. Department of Agriculture (USDA), daging sapi segar tanpa lemak mengandung sekitar 1,6 mg zat besi per 100 gram. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2018, menunjukkan bahwa daging sapi mengandung sekitar 2,5 mg zat besi per 100 gram. Zat besi merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia atau kekurangan darah.

Vitamin B12 juga merupakan nutrisi penting yang terkandung dalam daging sapi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), daging sapi segar tanpa lemak mengandung sekitar 2,5 mcg vitamin B12 per 100 gram. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan sistem saraf. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, kerusakan saraf, dan masalah kognitif. Selain itu, daging sapi juga mengandung asam amino esensial yang penting bagi pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO), daging sapi mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh manusia.

Pengolahan daging sapi yang kaya nutrisi dan lezat untuk menu Idul Adha bukanlah hal yang sulit. Dengan memilih daging sapi berkualitas dan mengolahnya dengan bumbu yang tepat, hidangan daging sapi dapat menjadi salah satu pilihan menu istimewa yang sekaligus bermakna dalam momen Idul Adha. Ada beberapa karakteristik daging sapi yang khas jika digunakan untuk masakan. Ketepatan pemilihan bagian daging sapi akan berpengaruh terhadap citarasa masakan. Berikut bagian-bagian daging sapi dan karakteristiknya.

  1. Tenderloin atau Loin

Tenderloin atau loin merupakan bagian daging sapi yang paling lembut dan empuk. Bagian ini cocok digunakan untuk hidangan Idul Adha yang berkelas seperti steak, kebab atau sajian daging panggang yang simple. Tenderloin memiliki tekstur yang lembut dan mudah dikunyah sehingga cocok untuk hidangan yang membutuhkan potongan daging yang halus.

  1. Sirloin

Sirloin adalah bagian daging sapi yang terletak di atas pinggang dan di bawah tulang belakang. Bagian ini cocok untuk diolah menjadi steak, kebab atau sajian daging panggang. Sirloin memiliki sedikit lemak dan tekstur yang lembut, sehingga cocok untuk hidangan yang lebih ringan dan elegan.

  1. Rib

Rib adalah bagian daging sapi yang terletak di bawah tulang belakang dan di atas perut. Bagian ini cocok untuk diolah menjadi steak, daging panggang, atau dimasak dalam rebusan atau sup. Rib memiliki sedikit lemak dan rasa yang kaya, sehingga cocok untuk hidangan yang lebih berbumbu dan kaya rasa.

  1. Brisket

Brisket adalah bagian daging sapi yang terletak di bagian depan perut. Bagian ini cocok untuk diolah menjadi daging panggang atau dimasak dalam rebusan atau sup. Brisket memiliki banyak lemak dan tekstur yang keras, sehingga membutuhkan waktu memasak yang lama. Cocok untuk hidangan yang lebih gurih dan berkuah seperti sop atau gulai.

  1. Shank

Shank atau paha belakang adalah bagian daging sapi yang terletak di bawah lutut. Bagian ini cocok untuk diolah menjadi daging panggang atau dimasak dalam rebusan atau sup. Shank memiliki banyak kolagen dan daging yang keras, sehingga membutuhkan waktu memasak yang lama untuk membuatnya empuk. Cocok untuk hidangan yang lebih tradisional dan berbahan dasar rempah seperti rendang.

Selain pemilihan bagian daging yang tepat, cara pemasakan daging sapi juga harus diperhatikan agar tetap menjaga kualitas nutrisi yang terkandung dalam daging sapi. Penggunaan rempah-rempah yang tepat serta proses pemasakan yang benar akan menjaga kualitas nutrisi daging sapi. Berikut adalah beberapa tips dalam mengolah daging sapi yang sehat dan kaya nutrisi saat momen Idul Adha:

  1. Pilih daging sapi yang segar dan berkualitas

Daging sapi yang segar dan berkualitas akan memastikan kandungan nutrisi yang terjaga dan terhindar dari risiko keracunan makanan. Pilihlah daging sapi yang memiliki warna merah kecoklatan dengan permukaan yang bersih dan bebas dari bau yang tidak sedap.

  1. Kurangi penggunaan minyak goreng

Penggunaan minyak goreng yang berlebihan dalam mengolah daging sapi dapat meningkatkan kadar lemak dalam hidangan tersebut. Sebaiknya, gunakan teknik pengolahan daging sapi yang lebih sehat seperti memanggang atau merebus.

  1. Tambahkan bumbu-bumbu alami

Penggunaan bumbu-bumbu alami seperti bawang putih, jahe, atau kunyit dapat menambahkan cita rasa pada hidangan daging sapi dan juga memberikan khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh. Bumbu-bumbu alami ini mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

  1. Hindari penggunaan bahan pengawet dan pewarna buatan

Penggunaan bahan pengawet dan pewarna buatan dapat meningkatkan risiko kesehatan yang berbahaya bagi tubuh. Sebaiknya, gunakan bahan-bahan alami untuk memberikan rasa pada hidangan daging sapi.

  1. Sajikan dengan sayuran dan buah-buahan

Sajikan hidangan daging sapi dengan sayuran dan buah-buahan segar untuk meningkatkan kandungan serat dan vitamin dalam menu makanan. Kombinasi hidangan daging sapi dengan sayuran dan buah-buahan segar dapat membuat hidangan tersebut lebih sehat dan kaya nutrisi. Menciptakan hidangan daging sapi kaya nutrisi dan lezat untuk menu Idul Adha yang bermakna dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa faktor. Pertama, pilihlah daging sapi segar dan berkualitas baik agar kandungan nutrisinya tetap terjaga. Kedua, olahlah daging sapi dengan bumbu yang tepat sehingga menghasilkan rasa yang nikmat. Terakhir, perhatikan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan yang terkandung dalam menu tersebut agar hidangan daging sapi tidak hanya lezat namun juga bermakna. Dengan demikian, hidangan olahan daging sapi yang disajikan saat momen Idul Adha tidak hanya sekedar olahan biasa, namun olahan yang bernilai nutrisi tinggi dan bermanfaat bagi Kesehatan.

Referensi :

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Survei Konsumsi Pangan. Diakses dari https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/Survei%20Konsumsi%20Pangan%202018.pdf

United States Department of Agriculture. (2019). Beef, variety meats and by-products, liver, raw. Diakses dari https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/789766/nutrients

Beef Checkoff. (2021). Beef Cut Charts. Diakses dari https://www.beefitswhatsfordinner.com/cuts/cut-charts

Hadiati, E. (2019). Membuat Hidangan Daging Sapi Lebih Sehat. Diakses dari https://www.alodokter.com/membuat-hidangan-daging-sapi-lebih-sehat

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »