Halo, Cattlebuffalove!

Tahun 2019 merupakan tahun awal munculnya virus corona yang menyerang negara China tepatnya di kota Wuhan. Kini virus tersebut sudah melanda seluruh dunia terutama di Indonesia. Pandemi Covid-19 masih saja menyerang Indonesia bahkan menunjukan grafik yang kian meningkat sehingga dapat mengubah berbagai pola hidup masyarakat. Seluruh masyarakat dianjurkan serta dihimbau untuk lebih menjaga ketahanan tubuhnya dengan menerapkan hidup lebih sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara kita mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi.

Sejak 1 Juli 2021, pemerintah menyatakan bahwa Indonesia akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk daerah Jawa – Bali yang berlaku mulai 3 – 20 Juli 2021. Hal ini merupakan dasar pertimbangan pemerintah karena adanya lonjakan kasus positif covid-19 yang menyerang masyarakat akibat serangan varian virus baru covid-19 yang 6x lebih menular yaitu virus Delta. Virus ini meningkatkan kasus covid-19 di Indonesia hingga 228 ribu untuk saat ini. Terdapat fenomena yang terulang kembali akibat dari kebijakan PPKM darurat yaitu panic buying yang terjadi di kalangan masyarakat. Kali ini mereka bukan memborong masker maupun handsanitizer melainkan susu steril kemasan yang disebabkan oleh tersebarnya rumor yang tidak logis di social media. Susu ini dipercaya dapat membunuh serta mencegah virus tersebut.

Susu steril ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan susu sapi pada umunya. Dilihat dari nilai gizinya, keduanya sama-sama mengandung lemak (jenuh & kolesterol), protein, karbohidrat, dan natrium. Hanya saja susu steril yang banyak diincar ini memiliki kemasan dari kaleng yang dianggap lebih eklusif dibanding susu kemasan lainnya. Ditambah mindset masyarakat sekitar mengenai susu ini yang dipercaya lebih menyehatkan dan memang sudah turun menurun mengkonsumsi susu steril kemasan kaleng ini sebagai pengobatan.

Anggapan sepihak dari sebagian masyarakat bahwa susu steril berkemasan kaleng itu dapat menangkal Covid-19, membuat harga susu ini naik signifikan di sejumlah e-commerce dan juga toko – toko hingga supermarket. Beberapa ahli gizi menyebutkan bahwa mengkonsumsi susu memang dapat meningkatkan imunitas tubuh, namun bukan berarti harus memilih produk susu tertentu untuk dikonsumsi. Beliau menghimbau kepada masyakat untuk tidak panik, karena pada dasarnya susu tidak berfungsi sebagai obat serta semua jenis olahan susu cair baik itu pasteurisasi, steril, maupun UHT dari berbagai merk yang beredar di pasaran memiliki kandungan nilai yang hampir sama sehingga manfaat kesehatan yang didapatkan pun relative sama.

Waktu proses pemasanan susu steril lebih lama dibandingkan dengan susu jenis UHT maupun pasteurisasi. Susu sapi mengandung growth factors, imunoglobulin (lgs), laktoperoksidase, lisozim, laktoferin, sitokin, vitamin, peptide, dan oligosakarida, yang semuanya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dalam 30 g/L protein susu sapi paling tidak terdapat 1 g/L imunoglobulin. Jadi apakah susu steril ini paling baik dalam tingkat imunoglobulin nya? Jawabannya tentu tidak, karena imunoglobulin yang terbaik itu terdapat di kolostrum (200 g/L) yang artinya kolostrum ini pun memiliki peran untuk meningkatkan imun bahkan antibodi spesifik SARS-CoV-2. Namun sebagian imunoglobulin susu akan rusak apabila melwati proses pemanasan. Berbeda dengan kolostrum. Walaupun demikian, mengkonsumsi susu steril tetap bermanfaat, sama seperti susu sapi lainnya. Susu segar dan susu pasteurisasi dapat mengandung antibodi spesifik yang memberi efek sinergis pada aktivitas antimikroba. Imunoglobulin dalam susu sapi secara fungsional dapat mencegah infeksi saluran pencernaan dan pernapasan pada manusia.

Baru-baru ini terdapat jurnal yang menjelaskan bagaimana susu pasteurisasi dari hasil sapi ternak yang divaksin Bovine Coronavirus (BCoV) kemungkinan besar kebal terhadap SARS-CoV-2 karena memiliki struktur virus yang serupa. Selanjutnya, Bovine Coronavirus Immune Milk (BIM) dapat mengirim antibodi terhadap SARS-CoV-2 dan memberikan beberapa kekebalan pasif. Sebagaimana terjadi pada kolostrum. Namun penelitian seputar BIM efektif dapat melawan COVID-19 masih perlu tahapan uji lanjutan yang sangat panjang. Susu sapi yang biasa kita konsumsi 78 persennya merupakan hasil dari impor. Apakah sapi ternak tersebut sudah di vaksin BCoV? Hal ini tergantung pada setiap kebijakan perusahaan peternakan sapi perah.

Namun, susu UHT pun diproses untuk mencapai steril secara aseptis. Susu UHT merupakan proses yang digunakan untuk mengolah susu dengan menggunakan suhu yang tinggi yang mana hal tersebut dapat diterapkan pada susu steril. Faktor yang membedakan susu UHT dan susu steril ialah tingginya suhu dan teknik pemanasan yang dipakai. Pada susu steril, pemanasan dilakukan secara konvensional, sedangkan pada susu UHT dengan teknik PHE (Plate Heat Exchange) yaitu mengalirkan cairan susu ke pipa panas.

Yuk simak, apa saja manfaat susu dalam mendukung sistem imun tubuh kita.

  1. Susu merupakan salah satu sumber protein yang sangat baik. Protein sangat dibutuhkan untuk tubuh karena dapat memaksimalkan kerja sistem imun dalam melawan berbagai infeksi.
  2. Susu juga mengandung mineral Zinc. Asupan zinc tersebut dapat mendukung respon imun tubuh dalam melawan antigen sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya infeksi.
  3. Apabila tubuh kekurangan vitamin B12, dapat kita maksimalkan melalui konsumsi susu. Susu merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Peranan vitamin ini sangat baik untuk sel darah putih kita yang merupakan salah satu komponen penting juga dalam fungsi imun tubuh.
  4. Vitamin kedua yang terkandung dalam susu yaitu vitamin D. Vitamin yang tidak asing didengar oleh telinga kita ini diketahui bisa loh meningkatkan kerja sel imun dalam melawan penyakit dan mengaktifkan kembali respon imun tubuh saat antigen masuk kedalam tubuh. Dengan memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin ini, kita bisa terlindungi dari berbagai penyakit, terutama penyakit yang menyerang pernapasan, seeperti Covid-19 yang sedang mewabah saat ini.

Itu tadi peranan susu dalam mendukung sistem imun tubuh selama pandemi covid-19. Dapat disimpulkan bahwa susu bisa menjadi sumber nutrisi yang baik untuk meningkatkan kerja sistem imun tubuh. Namun, kendala lainnya yaitu di Indonesia sendiri tingkat mengkonsumsi susu masih rendah. Oleh karena itu, kami mengajak kalian semua untuk rutin mengkonsumsi susu setiap harinya agar virus yang ada berpotensi kecil masuk kedalam tubuh kita. Selain itu, tidak lupa juga untuk selalu menerapkan pola hidup sehat seperti berolahrga, istirahat yang cukup, serta selalu ingat pesan ibu yaitu 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Hal ini dikarenakan kemungkinan terpapar virus saat pandemi ini akan menjadi lebih besar serta kemungkinan bisa terjadi kapan dan dimana saja.

Sumber:

https://www.alodokter.com

www.gizipedia.org

https://www.kompas.com

https://mediablitar.pikiran-rakyat.com

https://mediaindonesia.com

https://nationalgeographic.grid.id

Tinggalkan Komentar

Translate »