Halo, Cattlebuffalove!

Baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan mengenai rencana menteri BUMN membeli peternakan sapi di Negara Belgia. Hal tersebut disebabkan karena menurutnya kualitas sapi di peternakan Belgia cukup bagus sehingga dapat memangkas impor sapi yang selama ini dilakukan Indonesia. Keinginan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam acara webinar Milenial Hub: Milenial Fest x PPI Belgia. Mulanya, Erick menyampaikan keinginan tersebut ke Dubes Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi.

Belgia merupakan Negara yang terkenal dengan sapi Belgian Blue nya karena memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dengan pertumbuhan otot ganda atau double muscle (DM). Menurut BIB Lembang (2021), berat pejantan dewasa berkisar antara 1.100 sampai 1.250 kg dan  betina dapat mencapai berat 850 sampai 900kg. Persentase karkas Sapi Belgian Blue mengalahkan semua jenis karkas bangsa sapi lainnya (hingga 80%). Ketika digunakan dalam program kawin silang dengan sapi perah atau pedaging bangsa lain, Belgian Blue mampu menghasilkan karkas 5 hingga 7% lebih tinggi dibandingkan bangsa BB murninya.

Banyak pro dan kontra dengan keinginan Menteri BUMN tersebut, salah satunya dari peternak yang terhimpun dalam Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) yang tak merespon dengan baik. Ketua Umum PPSKI, Nanang Purus Subendro mengatakan, membeli peternakan di Belgia tidak mengurangi impor. Pasalnya, sapi-sapi hasil peternakan BUMN di Belgia yang dikirim ke Indonesia pun akan terhitung sebagai sapi impor.

Padahal jika pemerintah lebih memfokuskan pengembangan sapi potong di Indonesia dengan mengoptimalkan daerah sentra sapi dan sentra-sentra perkebunan yang di integrasikan dengan sapi, maka hal tersebut akan lebih menguntungkan salah satunya peternak sapi potong yang terlibat langsung pada kegiatan tersebut. Selain itu, dengan pengembangan dan optimalisasi sapi dalam negeri, maka plasma nutfah sapi asli Indonesia populasinya akan tetap terjaga dan bahkan jika berkesinambungan, bukan tidak mungkin Indonesia bisa lepas dari bayang-bayang import sapi.

Indonesia memiliki potensi besar dengan sumber daya lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai peternakan sapi potong. Untuk mewujudkannya perlu kerjasama dan saling bahu-membahu antara pemerintah, stakeholder, peternak, dan lulusan sarjana peternakan untuk sama-sama membangun dan menuangkan ide, pikiran, serta gagasan guna menyongsong aktivitas dan produktivitas yang optimal sehingga jika kita bisa mengoptimalkannya bukan tidak mungkin di tahun 2045 negeri ini dapat terwujud menjadi lumbung ternak Asia dan tidak bergantung pada impor lagi.

Sumber:

Balai Inseminasi Buatan Lembang. 2021. Perkembangan inseminasi buatan di Indonesia. Tersedia pada http://biblembang.ditjenpkh.pertanian.go.id/read/843/mengenal-lebih-dekat-sapi-belgian-blue-bb-bib-lembang-dalam-mendukung-program-sikomandan. Diakses pada Mei 2021 pukul 10.28 WIB.

Tinggalkan Komentar

Translate »