NTCA INDONESIA AUSTRALIA PASTORAL PROGRAM  PRE DEPARTURE TRAINNING

By: Fella Stanliadayef (FAPET UNPAD)

 

20 orang mahasiswa peternakan dari 14 universitas di Indonesia telah terpilih melalui seleksi yang sangat ketat sebagai peserta NTCA Indonesia Australia Pastoral Program 2016 (NIAPP 2016).

Program tersebut merupakan program magang di peternakan sapi potong di wilayah Northern Territory (NT), Australia Utara. Tujuan dari program terebut adalah meningkatkan soft skill mahasiswa peternakan di bidang peternakan sapi potong dengan ditempatkan langsung pada beberapa cattle station di NT untuk ikut bekerja dengan para stockman, dan mencari ilmu serta pengalaman disana. Saya Fella Stanliadayef sebagai salah satu peserta yang mewakili Fakultas Peternakan Universitas Padjajadran akan menceritakan kegiatan pelatihan sebelum keberangkatan yang telah dilaksanakan pada tanggal 21 maret 2016 sampai 24 maret 2016. Sebelum kegiatan trainning berlangsung tiga orang mahasiswa (Fella UNPAD, Divi UNPAD, dan Abi UB) berkunjung ke Datasemen Kavalaeri Berkuda TNI-AD, Cisarua Bandung Barat untuk melaksanakan kegitan berkuda, disini kami bertiga memperoleh pengetahuan dasar tentang hal yang harus dilakukan sebelum berkuda, saat berkuda dan setelah berkuda. Berkuda sendiri digunakan untuk Mustering (penggiringan sapi dari paddock ke yard) saat berada di cattle station nantinya. Pelajaran pertama yang didapatkan adalah: a) sebelum berkuda harus memastikan apakah kuda yang akan ditunggangi tersebut sehat, kemudian membersihkan kuda menggunakan sikat khusus, mempersiapkan dan memasang peralatan dasar sebelum berkuda seperti (saddle pad/alas sadle, stirrup/pemijak kaki, straps/tali , girth/amben/tali perut, dan head briddle/sarung kepala yang terdiri dari nose-band dll, serta lead rope/tali kemudi). b) menaiki kuda harus dimulai dengan berada disebelah kiri kuda. c) untuk memulai berikan sedikit tendangan kecil pada kuda. d) saat berkuda Yang diajarkan pertama adalah cara duduk yang benar, menemukan keseimbangan badan dalam setiap cara gerak kuda (walk, trot, canter).

T

Fella UNPAD (kiri), Abi UB (kanan), Divi UNPAD (tengah)

21 Maret 2016 merupakan permulaan dari aktifitas trainning, seluruh peserta dan mentor (Izar Hadiansyah UNPAD) berangkat dari Jatinangor pukul 4.30 am menuju Cianjur. Kegiatan utama saat sampai di cianjur adalah berkunjung ke PT. Widodo  Makmur Perkasa (PT. WMP) dan mendapat sambutan dari Wahyu Ramdhani selaku Koordinator program, Pak Berta dan Pak Maha selaku perwakilan dari PT. WMP, kemudian peserta mendapatkan beberapa materi dasar tentang Prosedur Operasional Standar Untuk Penanganan Ternak oleh Andrian Lutfiady dari MLA. Hal utama yang dilakukan sebelum penanganan ternak adalah mengecek fasilitas yang akan digunakan, melihat kondisi jalan, efektifitas pekerja yang mempengaruhi persepsi ternak, dan memastikan adanya jalur darurat yang dapat digunakan. Peserta juga memperoleh pelajaran tentang cara melakukan animal handling yang benar (posisi,lengkungan, tekanan, gerakan, komunikasi) dan  beberapa istilah yang berhubungan dengan animal handling (Flight zone, Blind Spot, Point of Balance, Pressure, Released. Pelajaran yang paling penting adalah selalu ingat bahwa sebelum melakukan Handling pada ternak pastikan fasilitas yang digunakan aman, tidak ada benda asing disekitar, tidak berisik dan tidak menyakiti ternak agar proses handling dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Materi kedua adalah pelajaran tentang ESCAS (Export Supply Chain Assurance System), yaitu tentang suatu sistem yang dilakukan kepada exporter untuk menjaga rantai pasok sapi potong yang diberikan kepada importer. Secara garis besar ESCAS dimulai dengan 1) pembentukan standar checklist kesesuaian dan penilaian fasilitas yang akan digunakan berdasarkan Standar lembaga kesehatan hewan dunia atau OIE (Office International Des Epizooties), 2) Livestock Traceability (pengontrolan identifikasi ternak menggunakan RFID), 3) Control Through the Supply Chain (Perjanjian dagang atau kepemilikan), 4) Independent 3rd party audits (pihak ketiga yang bertugas mengaudit dan memberikan laporan ke exporter).

p

Saat Pembekalan Materi Animal Handling dan ESCAS (21 Maret 2016)

Setelah makan malam peserta melakukan teleconference dengan ISPI Coordinator dan Program Mentor (Robi Agustiar) untuk mendiskusikan tentang persiapan sebelum keberangkatan, saat teleconference berlangsung setiap peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada pak Robi. Hari pertama ditutup dengan pembagian kelompok kecil dan PJnya untuk kegiatan pada hari berikutnya.

      22 Maret 2016 adalah hari kedua peserta NIAPP 2016 melakukan pelatihan, yang dilakukan di Feedlot PT. Pasir Tengah, pada hari tersebut peserta mendapatkan pembekalan materi tentang Work in Cattle Station dari salah satu alumni program (Taufik, IPB) dan Praktek langsung cara melakukan animal handing oleh mentor (kang andre, MLA). Peserta dibagi menjadi dua kelompok dan bergantian melakukan praktek animal handling. Kelompok dua memulai dengan pembekalan materi work in cattle station, pada materi tersebut peserta diberi tahu tentang apa saja yang akan ditemui saat berada di cattle station, pekerjaan apa saja yang akan dilakukan (Drafting, Feeding, Back Linning Bulls, Fencing, Branding, Castrating, Ear Marking, Ear Tagging, Caccinating, dll). Selain mendapatkan pembekalan materi kelompok dua juga mendapatkan kesempatan langsung untuk melakukan animal handling, dengan tugas memindahkan sekumpulan bull dari satu pen ke pen lain, kemudian memisahkan 3 ekor bull (2 putih dan 1 hitam) dalam sebuah kawanan ke pen lain. Animal Handling akan sangat diperlukan saat proses drafting (pemisahan ternak kedalam yard sesuai klasifikasinya :Bull, Heifer, Steer, Poddie, Cow, Mickey dll). Pada saat tugas ini hal yang harus diperhatikan adalah mengetahui kemana bull akan dipindahkan, fokus, confidence, bergerak cepat namun tetap tenang, kordinasi, dan tetap waspada. Cattle Handling Technique yang dapat diterapkan adalah:

  1. Lihat posisi pintu dan posisi sapi
  2. Patokannya lengkungan arah berjalan sapi
  3. Beri tekanan (pressure) searah dengan point of balance
  4. Saat sapi sudah bereaksi (berada di Flight zone) iringi di pinggir-pinggir pagar
  5. Jangan lupa released (mundur) saat sapi sudah berjalan sesuai jalur yang diinginkan.

q

Fella (Pressure),  Satria (Posisi bersiap menutup Gate)

w

Membuka gate yang akan dilalui bull

ca

Fella (Posisi Opposite agar ternak maju kedepan),  Satria (Posisi Push /mendorong dari belakang)

Setelah kegiatan di Feedlot PT. Pasir Tengah berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi setelah makan malam. Evaluasi berlangsung dengan agenda diskusi dengan beberapa alumni program 2015 (Izar, Taufik dan Attin). Evaluasi sangat membantu peserta dalam meyakinkan diri tentang apa saja yang harus dilakukan, yang tidak boleh dilakukan dan trik dalam melakukan animal handling.

23 Maret 2016 merupakan hari terakhir peserta berada di Feedlot PT. Pasir Tengah dengan agenda animal handling, identifikasi jenis (bull, Mickey, Steer, Heifer, Calf, Cow) ternak, berkeliling sambil berdiskusi ke kandang breeding, melihat proses pembersihan limbah, melihat kebun rumput dengan beberapa perwakilan dari Feedlot PT. Pasir Tengah. Agenda setelah makan malam dilanjutkan dengan pembekalan materi tentang fencing dan water bore. Fencing itu sendiri berfungsi sebagai pedoman arah ternak saat mustering, pemisah antar paddock, dan menjaga ternak agar tidak berpindah jalur sembarangan. Water bore adalah pelajaran tentang darimana sumber air diperoleh pada setiap cattle station dan apa saja peralatan yang digunakan. Kegiatan ditutup dengan foto bersama perwakilan PT. WMP dan pemberian Plakat dari peserta debagai ucapan terimakasih.

etaa

Seluruh peserta NIAPP 2016, Perwakilan PT. WMP, dan Alumni Program 2015

24 Maret 2016 seluruh peserta pulang dan kembali ke daerah masing-masing, dengan membawa ilmu dan pengalaman saat pelatihan peserta diharapkan terus mengupgrade pengetahuan mereka tentang dunia peternakan sapi potong. Peserta akan kembali berkumpul pada tanggal 31 Maret 2016, dan melakukan perjalanan ke Darwin untuk memperoleh ilmu, pengalaman dan soft skill yang sangat berharga yang mungkin tidak pernah didapatkan oleh mahasiswa lain.

 

Tinggalkan Komentar

Translate »